Antara Air dan Lumpur: Melodi Hening Kecamatan Ber-nama “Ciledug”

22 Mar 2025
Antara Air dan Lumpur: Melodi Hening Kecamatan Ber-nama “Ciledug”

 

Riwayat & Arti Nama Ciledug -

Nama geografi Ciledug tidak perlu diganti, walau saat ini jalanan dan kawasannya sudah menjadi jalan yang beraspal mulus.

Lapangan yang semula tanah tak tertata itu kini sudah jauh lebih baik - menjadi taman, lapangan terbuka hijau atau sudah berganti menjadi kompleks perumahan. Jalanan & lapangan yang semula tanah itu kini sudah berubah sehingga tidak ledug (ber-air/ber-lumpur) lagi.

Nama Ciledug merupakan perpaduan dua kata, yaitu kata Ci atau Cai yang artinya air. Dalam bahasa Sunda, ledug itu artinya sama dengan lidig atau ledge yaitu berlumpur. Ledug disematkan pada jalan tanah atau lapangan tanah yang penuh dengan jejak manusia & binatang. Dug juga berarti pusat. Sehingga Ciledug dapat diartikan sebagai pusat air. Keadaan itulah yang menjadi inspirasi bagi warga setempat untuk memberi nama Ciledug.

tt tttttttttttttttttttttttttttttt tttttttttttttttttttttttttttttt tt

Dahulu Ciledug dikenal sebagai rawa-rawa yang cukup luas dan juga sebagai anak kali angke yang digunakan sebagai moda transportasi sungai. Ciledug merupakan dermaga kecil untuk menuju Cengkareng dan berakhir di Angke.

Menurut Tokoh Masyarakat, H Thabri Setia, bukti peninggalan jaman dahulu di wilayah Ciledug adalah waktu pembangunan komplek Pondok Surya banyak ditemukan bangkai-bangkai perahu kuno yang masih tersisa. Kemungkinan pada masa itu rawa dari Ciledug memanjang sampai ke Pondok Surya. Adapun sumber air berasal dari Parigi atau Perigi Pondok Aren, mengingat di Perigi terdapat kampung yang bernama Kampung Ciledug. Dahulu Perigi hingga Cipulir masih disebut bagian dari wilayah Ciledug Raya.

- Konflik Wilayah 1976 -

Nama wilayah Ciledug sudah tercetus sejak zaman kolonial. Pada saat itu, wilayah Ciledug sangat luas membentang hingga Ulujami di sebelah timur, Pondok Aren di sebelah Selatan dan Kembangan Jakarta Barat di sebelah utara.

Namun, pada tahun 1976 terjadi konflik wilayah antara Aang Khunaefi yang merupakan Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Dengan adanya konflik, daerah Petukangan yang dulunya masuk wilayah Ciledug, diambil oleh Ali Sadikin sehingga masuk wilayah Jakarta.

- Perkembangan Jalan Ciledug -

Perkembangan jalan di diawali dengan jalan-jalan setapak yang menghubungkan permukiman di satu kampung dengan permukiman di kampung lainnya.

Jalan-jalan setapak seperti itulah yang diperlebar untuk kemudahan pengangkutan hasil perkebunan yang dibuka oleh VOC & dilanjutkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Barang-barang yang tidak bisa diangkut melalui jalur sungai & darat akan diangkut (dipikul) oleh manusia, kuda & kerbau.

Most Popular

Arabian Kofta Burger: "Selangkah Menjemput Berkah"

Arabian Kofta Burger: "Selangkah Menjemput Berkah"

02 Feb 2026

Arabian Kofta Burger: "Selangkah Menjemput Berkah"

Arabian Kofta Burger: "Selangkah Menjemput Berkah"

02 Feb 2026

Arabian Kofta Burger: "Selangkah Menuju Berkah"

Arabian Kofta Burger: "Selangkah Menuju Berkah"

02 Feb 2026

Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

02 Feb 2026

29 Jan 2026

Auto Draft

Auto Draft

29 Jan 2026

Barapi Rewards Logo

Unlock the Pleasure
Become a Member

Daftar jadi Member Barapi Rewards.
Nikmati Beragam Hadiah dan Keuntungan Eksklusif.

Mockup App